CURHAT GALAU
Selamat malam wahai hati yang
tersakiti, Masihkah kau berani Mencintai.?? “Resiko patah hati sudah biasa kau
rasakan..
“Aku risau pada suara tanpa kata, Hatiku
membisik perlahan hingga mengganggu pikiran, dan “Mengharapkanmu kembali aku bosan.
Mengapa setiap kali aku mencoba
melupakan tentangmu, justru kabar dengan Komposisi BAPER Tinggi selalu menghadang
dalam ingatanku..
“Aku mengharapkanmu sudah dari Tahun
lalu, Salahku sudah ku akui, dan Ma’af pun Telah kau ucapkan sendiri..
Jelas aku cemburu kamu menjalin
cinta dengan laki-laki lain, ‘jika aku bilang Tidak cemburu, itu berarti Aku
lelaki Pendusta Hati.!!!
Dalam media social, Kau Mendekat
lagi Tanpa inisial, ku kira siapa, “Ohh Ternyata cinta Lama..
Sudah ku konfirmasi pertemanan, dan
kau mulai lagi membuka perasaan, “Sungguh aku Baper Level BUNUH Diri.!!!
Ku kira awalnya baik-baik saja,
sampai suatu hari kau mulai cuek Lagi dan Pesan Panjang dariku hanya kau Baca
tapa kau balas,
Semenjak mengenal Cinta baru, sikapmu berubah tanpa tanda baca, kau egois menulis dan tak pernah pedulikan pembaca.
“Biarlah mungkin kau sibuk, atau lelah… #Ku
kira BEGiTU.!!!
Tapi mengapa DP tiap menit kau
Ganti, Bahkan sesekali kau Berada dalam pelukan laki-laki lain..
“Apa kamu kira Aku akan biasa
saja.??
Tolong hargai, siapapun Yang pernah
menjadi kekasihmu, “Ku yakin merekapun gelisah dalam hati, bahkan mungkin Akan
mengundang air mata yang Membasahi sebagian pipi.
“Jika memang niatmu untuk Pamer atas
kebahagiaanmu yang telah kau dapat ‘tolong jangan Sesadis itu,
Dalam beberapa season percakapan
sempat kau katakan, ingin Berteman baik denganku..?? “Massya’ALLAH MbakK
mbakK,,,
Aku + kamu = Teman , sedangkan Aku
tau kamu Pacaran sama orang lain.??? “Malah kaya Drama indo***r
Kalo kamu emang masih punya hati dan
mikirin perasaan orang lain, Harusnya selagi punya pacar, jauh-jauh lah dari
mereka…
Aku mematahkan Hatimu sekali, “dan
balasan kamu bukan lagi mematahkan, “Tapi menebang Hingga Akar dan Tunas-Tunas
kebahagiaan yang akan Tumbuh.
‘Sekarang aku Sedang menikmati patah hatiku,
BBM’mu dan sosmed lainnya telah ku blokir permanent dari Friendlist, “supaya apa.???
“Supaya Harapanku tentang
kehadiranmu hilang selama-lamanya.!!!
Sesekali aku Rindu atas canda tawa
yang pernah ada, Tapi ya sudahlah,,
“Hati ini mencoba Mengikhlaskan kamu hidup
bersama mereka yang mampu membahagiakan dan Sang Maha Pencipta yang mengatur
Takdir kehidupan.
“Pergilah Bersamanya..
Jika suatu saat kau tersesat,
ingatlah Aku…
Jalan pulang yang selalu kau
Lupakan.”




