“Korban
Perasaan Cinta yang di titipkan”
Permisi
para pemilik hati yang sudah tidak terpakai lagi,,
Bolehkah
aku bercerita sedikit tentang rasa kehilangan, Rasa yang terus ada meski mata
telah beralih pandang.
Kamu
adalah alasan mengapa senja datang tepat waktu,
Kamu adalah
alasan mengapa embun pagi Terdiam di satu sisi
Terlalu
berat bagi tangkai membiarkan bunga di petik tangan, dan Terlalu menyedihkan
saat sang surya mulai berpamitan.
itu semua
bukanlah hal yang memaksa, Tapi memang sebuah hal yang harus di lakukan,
Cinta
mengajarkan kita untuk saling menyapa, Berbagi senyum dalam Luka, dan saling
menjaga di setiap doa.
Tapi itu semua telah sirna, semenjak hati yang di
lukai pergi dan enggan untuk kembali.
Di setiap
langkahnya mungkin dia resah, ingin kembali namun mata hatinya terlanjur basah.
Sementara
di sana ada sosok yang menanti, mengharapkannya kembali..
"Untukmu
yang mendampingi tolong hapuskan air matanya, dan buatlah dia bahagia....
ku
relakan dirinya bahagia bersama pilihannya
aku hanya korban perasaan yang masih bernafas
Meski
hatiku telah hancur tak berbekas.
Terimakasih kepada Hujan
Telah mendukung hati meluapkan perasaan








